
NNTV.COM – PONTIANAK, KALBAR – Di tengah gegap gempita perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, suara-suara pemimpin daerah menjadi kompas moral bagi masyarakat untuk kembali pada esensi kemenangan sejati rekonsiliasi sosial dan penguatan integritas publik.
Ketua Lembaga Independen (LIN) Kabupaten Kubu Raya, Nurjali S.Pd.I, bersama Koordinator LIN Provinsi Kalimantan Barat, Yayat Darmawi, S.E., S.H., M.H., menyampaikan pesan keras namun menyejukkan. Bagi keduanya, momentum 1 Syawal 1447 H bukan sekadar ritual seremonial tahunan, melainkan titik tolak untuk merestorasi kepercayaan publik dan memperkokoh pilar demokrasi di tingkat akar rumput.
Dalam pernyataan resminya yang dirilis di Pontianak, Jumat (20/3/2026), Nurjali menekankan bahwa semangat Minal Aidin Wal Faizin harus diterjemahkan menjadi aksi nyata dalam pengawasan dan pemberdayaan masyarakat.
“Idul Fitri adalah momen ‘reset’ bagi kita semua. Setelah sebulan menahan hawa nafsu, kini saatnya kita menahan diri dari praktik-praktik yang merugikan kepentingan umum. LIN Kubu Raya berkomitmen penuh untuk menjadi garda terdepan dalam mengawal transparansi dan keadilan pasca Lebaran ini,” tegas Nurjali dengan nada optimistis. “Mohon maaf lahir dan batin atas segala kekurangan dalam perjalanan kami mengabdi.”
Senada dengan itu, Koordinator LIN Kalbar, Yayat Darmawi, menyoroti pentingnya sinergi lintas elemen. Dengan latar belakang hukum dan ekonomi yang dimilikinya, Yayat mengajak seluruh komponen bangsa di Kalimantan Barat untuk menjadikan nilai-nilai fitrah sebagai landasan pembangunan daerah yang berkelanjutan.
“Taqabbalallahu minna wa minkum. Di tahun 1447 H ini, tantangan kita semakin kompleks. Namun, jika hati sudah bersih dan saling memaafkan, tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan dengan kepala dingin dan hati yang jernih,” ujar Yayat Darmawi. Ia menambahkan, “LIN Kalbar hadir bukan untuk mencari musuh, tetapi untuk meluruskan arah pembangunan demi kesejahteraan rakyat. Selamat Idul Fitri, mari kita bangkit lebih kuat.”
Pernyataan kedua tokoh ini mendapat respons positif dari berbagai kalangan, termasuk komunitas jurnalis dan organisasi masyarakat sipil di Kalimantan Barat. Mereka menilai pesan yang disampaikan relevan dengan kondisi terkini, di mana kebutuhan akan figur yang mengedepankan etika dan moralitas publik semakin mendesak.
Di penghujung pesannya, jajaran LIN Kubu Raya dan LIN Kalbar mengundang seluruh masyarakat untuk membuka lembaran baru. “Mari kita jadikan Idul Fitri 1447 H sebagai momentum emas untuk merajut persaudaraan, mengawal kebenaran, dan mewujudkan Kalimantan Barat yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” pungkas mereka.
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H.
Minal Aidin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
(Tim Redaksi)
