Saya Syarif Rusli, Ketua BPD Desa Batu Ampar.
Bahwa arang tersebut adalah sisa dari pembakaran sebelum pelarangan yang dilakukan oleh Bupati pada bulan Mei tersebut.
Terlampir surat pernyataan masyarakat yang menyatakan dengan tanda tangan di atas materai bahwa tidak akan melakukan penebangan atau pembakaran kembali.
Adapun arang tersebut adalah arang sisa dan masyarakat sudah komitmen, tiga dusun tersebut bahwa tidak melakukan lagi penebangan maupun pembakaran.
Terlampir juga surat pernyataan masyarakat dan juga terlampir permohonan yang dilakukan oleh Pemerintahan Desa yang ditandatangani oleh Kepala Desa bahwa memohon agar masyarakat bisa menjual arang sisa tersebut untuk menyambung kelangsungan hidup mereka.
Penyampaian saya kepada Bapak Bupati, permohonan yang sudah saya beberapa kali audiensi mewakili masyarakat Desa Batu Ampar khususnya petani arang ini bahwa mereka sudah komitmen dan mereka juga berterima kasih kepada Bapak Bupati yang telah memberikan solusi jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang dan beberapa solusi yang diberikan Pak Bupati sudah mulai berjalan, salah satunya ruang publik, tempat wisata, mangrove, pembibitan mangrove.
Alhamdulillah, masyarakat yang dulunya mempunyai statement jelek melakukan penebangan sekarang sudah sadar, mulai sadar sudah melakukan rehabilitasi. Dalam beberapa bulan ini masyarakat sudah melakukan rehabilitasi bibit mangrove yaitu ada 25 sampai 30 hektare dan di bulan Juli kunjungan Pak Bupati ke Desa Batu Ampar secara simbolis beserta rombongan itu melakukan penanaman.
Harapan kami ke depan, kami meminta kepada pemerintah daerah khususnya Bupati Kubu Raya untuk memperhatikan masyarakat kami yang ada di Desa Batu Ampar. Sesuai dengan komitmen beliau, kami yakin dan percaya kepada Bapak Bupati Kubu Raya.
Masyarakat kami yang khususnya petani arang yang tiga dusun notabennya mereka itu berjumlah 1.280 KK, jiwanya 3.200 jiwa, hasilnya dari petani bakar arang.
Dan beberapa solusi juga untuk jangka menengah yang dilakukan oleh Bapak Bupati yaitu bantuan-bantuan untuk nelayan sudah mulai dilakukan. Itu dari solusi yang diberikan kepada petani arang untuk beralih mata pencarian dan mereka siap menjaga lingkungan yang mana selalu dikampanyekan oleh Bapak Bupati. Walaupun usaha ini sudah turun-temurun, pada prinsipnya masyarakat sudah mulai sadar untuk menjaga lingkungan agar tidak dieksploitasi kembali.
