• Sen. Jun 15th, 2026

Sempat Jadi Perbincangan Sopir Kalbar, TBX dan XPDC Akhirnya Buka Fakta

Pontianak, NetNewsTv.com – Peristiwa yang sempat menjadi perbincangan hangat di kalangan sopir dan masyarakat Kalimantan Barat akibat beredarnya video dengan narasi dugaan kecelakaan antara kendaraan TBX dan XPDC akhirnya mendapatkan penjelasan dari kedua pihak yang terlibat.


Dalam pertemuan klarifikasi yang berlangsung pada Selasa (9/6/2026), pengemudi TBX dan pengemudi XPDC sepakat menyampaikan fakta sebenarnya terkait kejadian yang sebelumnya viral di media sosial.


Kedua pengemudi menegaskan bahwa peristiwa tersebut bukan merupakan kecelakaan lalu lintas sebagaimana yang sempat dipahami sebagian masyarakat. Menurut mereka, kejadian yang terjadi merupakan kesalahpahaman atau miskomunikasi saat berada di perjalanan yang kemudian memicu emosi dari kedua belah pihak.


Pengemudi TBX mengakui adanya kekurangan dan kelalaian dalam berkendara sehingga berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di jalan. Ia pun menyampaikan permohonan maaf dan berharap kejadian tersebut dapat menjadi pelajaran bagi seluruh pengguna jalan agar selalu mengutamakan keselamatan dan kehati-hatian.


Di sisi lain, pengemudi XPDC juga menyampaikan permohonan maaf atas tindakan yang dilakukan saat emosi sesaat setelah kejadian. Dalam proses klarifikasi, ia mengakui telah melakukan pemukulan terhadap kaca spion kendaraan TBX serta menahan SIM dan STNK milik pengemudi TBX.


Menurut pengemudi XPDC, tindakan tersebut dilakukan karena terbawa emosi dan tidak melalui mekanisme penyelesaian yang semestinya.
Melalui komunikasi yang berlangsung secara terbuka dan penuh kekeluargaan, kedua belah pihak akhirnya sepakat menyelesaikan persoalan tersebut secara damai. Keduanya saling memaafkan dan memilih untuk tidak memperpanjang permasalahan yang sebelumnya sempat menjadi perhatian publik.


Mereka juga mengajak seluruh pengguna jalan untuk senantiasa menjaga etika berlalu lintas, mengutamakan keselamatan, serta menghindari tindakan yang dapat memperkeruh situasi ketika terjadi kesalahpahaman di jalan raya.
“Kami berharap kejadian ini menjadi pelajaran bersama.

Setiap persoalan sebaiknya diselesaikan dengan komunikasi yang baik tanpa harus mengedepankan emosi,” ujar kedua pengemudi dalam klarifikasi tersebut.
Selain itu, kedua pihak berharap masyarakat maupun pihak-pihak yang memperoleh informasi di lapangan tidak terburu-buru membentuk opini sebelum mengetahui fakta secara utuh.

Mereka menilai bahwa setiap peristiwa perlu dikonfirmasi kepada seluruh pihak yang terlibat agar informasi yang disampaikan kepada publik tetap berimbang, objektif, dan sesuai fakta.
Dengan adanya klarifikasi ini, kedua pengemudi berharap masyarakat dapat memahami kronologi yang sebenarnya dan tidak lagi menganggap peristiwa tersebut sebagai kecelakaan lalu lintas.

Mereka juga berharap peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya menjaga emosi, mengutamakan keselamatan berkendara, serta menyampaikan informasi secara bijak dan berimbang.
(Redaksi NetNewsTv.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Butuh Bantuan?