• Rab. Feb 4th, 2026

Diduga Intimidasi, Ancaman, dan Ujaran SARA, Oknum Wartawan Dinilai Rusak Marwah Pers dan Layak Diproses Pidana

Bynetnewstv.com

Des 25, 2025

Netnewstv. com, Pontianak —
Praktik premanisme berkedok pers diduga terjadi di Kota Pontianak. Seorang oknum wartawan Kalimantan Post disinyalir melakukan intimidasi, ancaman, serta melontarkan ujaran bernuansa ras dan suku terhadap Ketua DPC Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) Pontianak, Budi Gautama.

Aksi tersebut diduga dilakukan melalui sambungan telepon pada Selasa, 23 Desember, sekitar pukul 14.00 WIB. Dalam percakapan itu, oknum wartawan disebut tidak hanya mengancam, tetapi juga menyeret isu SARA dan secara terang-terangan menantang duel fisik.

Tindakan ini bukan kerja jurnalistik, melainkan tindak intimidasi brutal yang mencoreng kehormatan profesi pers.

“Ini bukan miskomunikasi, bukan konflik pribadi. Ini intimidasi, ancaman, dan ujaran kebencian. Wartawan yang berperilaku seperti ini telah mengkhianati profesinya sendiri,” tegas Budi Gautama.

DPC AWI Pontianak menyatakan perbuatan tersebut merupakan pelanggaran serius UU Pers dan Kode Etik Jurnalistik, serta berpotensi kuat masuk kategori tindak pidana umum. Perlindungan UU Pers gugur seketika ketika profesi wartawan digunakan sebagai alat tekanan, ancaman, dan kebencian berbasis SARA.

Secara hukum, perbuatan tersebut dapat dijerat Pasal 335 KUHP, Pasal 29 jo Pasal 45B UU ITE, serta Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 45A ayat (2) UU ITE apabila unsur SARA terbukti. Ini bukan sengketa pemberitaan, melainkan dugaan kejahatan murni.

AWI menegaskan tidak akan tunduk pada intimidasi dan tidak akan membiarkan profesi pers dijadikan tameng premanisme. Langkah hukum ke aparat penegak hukum dan laporan resmi ke Dewan Pers akan ditempuh sebagai bentuk perlawanan terhadap penyimpangan profesi.

“Kebebasan pers bukan kebebasan mengancam. Wartawan bukan aktor kebal hukum. Siapa pun yang menyalahgunakan profesi pers harus siap berhadapan dengan hukum,” tegasnya.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi seluruh insan pers: ketika jurnalisme berubah menjadi intimidasi, maka hukum wajib turun tangan.

Sumber : Budi Gautama

Editor : Tim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Butuh Bantuan?